Better to make ways for people to happy with us than make ways for our self and feel happy alone.
Sabtu, 14 April 2012
Quote of The Day
Rabu, 11 April 2012
I'm Playing Instagram
![]() |
| That's ME :) |
| ME again ;) |
![]() |
| ME with my best! @aiaslaras and @alexandrabeata |
![]() |
| That's @ninokayam. The member of RAN. The picture has taken by me at their concert in Surabaya last year. |
![]() |
| That's @rayi_putra. The member of RAN. Same with Nino, i have taken the picture in their concert in Surabaya last year. |
![]() |
| That's @DanielWenas1. Professional basketball player that playing for Pelita Jaya Esia. He is hot,isn't he? ;) |
![]() |
| A compilation picture of @ninokayam |
![]() |
| @ninokayam again |
![]() |
| @DanielWenas1 again! |
Follow my instagram : pipinpitun
Thank you and enjoy :D
Kamis, 05 April 2012
Ada Sebab, Ada Akibat
Brian, teman sekelasku sering bilang "Jadi orang itu jangan munafik!" Kata-kata itu terus terulang di pikiranku.
Hahaha, lucu juga sih menyadari bahwa orang yang berhadapan dengan kita setiap hari, yang sms-an tanpa putus, kemana-mana selalu bareng, ternyata adalah orang yang berbeda ketika berhadapan langsung atau sms-an sama orang lain. Singkatnya, orang itu muka dua.
Jaman sekarang, orang banyak yang palsu. Kalian yang baca ini pasti juga setuju,kan? Admit it!
Banyak orang yang tampilan luarnya rapi, mukanya lugu, tapi ternyata sukanya jadi provokator. Aku setuju kok sama pepatah yang bilang "Don't judge the book by it cover", tapi aku setuju juga kalau "Gimana bukunya mau banyak yang beli kalau covernya aja ga menarik.". See! Hidup tak semudah kata pepatah :)
Bukan maksudnya sok tua atau sok tau atau sok dewasa, semakin lama kita hidup, semakin juga kita tua, tau, serta dewasa. Semakin juga kita bisa menilah orang-orang di sekitar kita. Teman yang awalnya baik, semakin lama kita akan tau sifat aslinya seperti apa. Awal kenal jaim, eh taunya anaknya asik, heboh, jail dan sebagainya. Tapi ada juga yang awal kenal baik, suka bantuin kita, care sama kita, eh taunya nusuk dari belakang, memprovokasi kita sama temen kita yang lain, terus dengan gampang mereka ninggalin kita. Chaos banget ga sih?
Ada orang yang dijahatin, dia bales dendam. Ada yang bodoh amat. Ada juga yang nulis di blog. Hahaha. Got what i mean,right? :)
Aku punya temen, panggil saja dia Nana. Aku deket sama Nana. Kemana-mana barengan, sms-an hampir tiap hari. Kalau on YM bisa sampek malem. Tapi, akhir-akhir ini, dia berubah. Awalnya dia baik, tapi setelah kenal lama aku jadi mikir dia cuma sok baik. Sukanya ngingetin temen-temennya taunya dia juga ngelakuin hal yang sama. Mungkin dia ngerasa hidupnya perfect kali ya. Jadi dia seolah-olah tau masalah temennya yang sebenernya apa. Hahaha.
Gimana ya? Hhhmmm. Aku udah coba nanya dia kenapa. Walaupun sebenernya aku kesel waktu itu. Aku udah ngilangin gengsiku sama dia, eh ternyata dia gitu-gitu aja. Malahan aku ga dianggep sekarang. Cukup tau ajalah hahaha.
Bingung banget rasanya. Aaarrrrgggh. Terus aku musti gimana? Minta maaf gitu ke dia? Aku udah nanya dia kenapa dia cuek-cuek aja. Berarti aku ga salah dong? Dan aku ga perlu minta maaf dong ya? Apa perlu aku jauh-jauh dari dia aja gitu? Hhhmmmm, should I?
Puuufftt. Susah ya urusan sama orang munafik. Hahaha. Ibarat film The Raid nih, gampang masuknya tapi susah keluarnya. Hahaha. Iya aku tau kok ini berlebihan :D
Apa Nana emang sengaja ga nganggep aku supaya aku mikir gitu ya? Mungkin Nana mikirnya "Biarin aja Pipin mikir dulu salah dia apa", gitu kali ya? Tunggu, tapi kan aku udah nanya dia kenapa dan dia nyuekin aku. Oke, I know what must I do now. I must let her go. Gapapa lah kehilangan temen satu daripada mikir terus apa salah kita ke dia. Bukan ga menghargai pertemanan, tapi aku udah usaha ada etikat baik ke dia, dia malah ga menunjukan etikat baiknya. Temen kayak gitu, ke laut aja kali ya. :D
Kamis, 15 Maret 2012
The Good of Patience
When we're patience, actually we are learning. The gap of time between when we know something is going to happen and when it actually occurs is the lesson. If we're inpatience, it may keep us from gaining the lesson. Even we didn't get our wanted, at least we got many lessons.
People can be patience because they see that there's something good they will get behind the process. Patience allows us to see the good and positive things in life. When we're patience, we do more objective to consider something. We see what it really is, not how it appears to be or feels. Patience helps us to see the good in any situation, and we'll get something worth it. The value after doing patience always good.
So, take your time. Patience makes us to have more time to see many things. From that, we can learn the base for taking decisions.
Rabu, 14 Maret 2012
Saya memang tidak menuliskan judul. Karena saya tidak tahu judul apa yang pas untuk posting kali ini. Yang pasti, hal ini sangat berhubungan dengan apa yang saya rasakan.
Akhir-akhir ini, Saya sering merasa ada sesuatu yang tidak beres antara Saya dan teman-teman. Anggap saja Saya sedang ada konflik dengan mereka. Entah ini hanya perasaan Saya saja, atau ini memang yang sedang terjadi. Saya tidak tahu pasti.
"Siapa yang menanam, maka dia yang menuai". Kata-kata itu terus ada dalam pikiran Saya. Apa hal yang sedang terjadi kali ini adalah akibat dari apa yang pernah saya lakukan dulu? Lagi-lagi Saya tidak tahu pasti.
Dulu, Kami saling sharing. Tapi, sekarang tidak sering lagi. Saya juga sering tidak dianggap. Mereka tidak lagi bercerita kepada Saya dan tidak lagi mengajak Saya bermain. Mungkin mereka bosan. Ya, Saya bisa terima itu. Yang Saya sedikit tidak terima adalah ketika salah satu dari mereka mengajak seorang teman Saya yang lain yang tidak terlalu Dia kenal. Ada sesuatu yang mengganjal rasanya. Atau mungkin, mereka sengaja berbuat seperti ini untuk memberi Saya waktu agar bisa berintropeksi?
Ada beberapa hal yang Saya tahu tentang mereka yang Saya yakin mereka tidak kalau tahu Saya tahu. Beberapa hal ini membuat saya berpikir "Hhhmm, ngga nyangka dia berani seperti itu." Beberapa hal yang lain membuat Saya semakin tidak percaya.
Mungkin semesta ingin membuat Saya tahu lebih tentang mereka. Mungkin semesta ingin Saya lebih dewasa. Mungkin ini bagian dari setback yang harus Saya alami. Yang akan menentukan bagaimana pertemanan kami kedepannya.
Sepertinya meributkan masalah prtemanan terdengar sedikit berlebihan. Bagi Saya menemukan teman yang cocok, yang nyaman, itu sulit. Walaupun kita punya banyak teman.
Akhir-akhir ini, Saya sering merasa ada sesuatu yang tidak beres antara Saya dan teman-teman. Anggap saja Saya sedang ada konflik dengan mereka. Entah ini hanya perasaan Saya saja, atau ini memang yang sedang terjadi. Saya tidak tahu pasti.
"Siapa yang menanam, maka dia yang menuai". Kata-kata itu terus ada dalam pikiran Saya. Apa hal yang sedang terjadi kali ini adalah akibat dari apa yang pernah saya lakukan dulu? Lagi-lagi Saya tidak tahu pasti.
Dulu, Kami saling sharing. Tapi, sekarang tidak sering lagi. Saya juga sering tidak dianggap. Mereka tidak lagi bercerita kepada Saya dan tidak lagi mengajak Saya bermain. Mungkin mereka bosan. Ya, Saya bisa terima itu. Yang Saya sedikit tidak terima adalah ketika salah satu dari mereka mengajak seorang teman Saya yang lain yang tidak terlalu Dia kenal. Ada sesuatu yang mengganjal rasanya. Atau mungkin, mereka sengaja berbuat seperti ini untuk memberi Saya waktu agar bisa berintropeksi?
Ada beberapa hal yang Saya tahu tentang mereka yang Saya yakin mereka tidak kalau tahu Saya tahu. Beberapa hal ini membuat saya berpikir "Hhhmm, ngga nyangka dia berani seperti itu." Beberapa hal yang lain membuat Saya semakin tidak percaya.
Mungkin semesta ingin membuat Saya tahu lebih tentang mereka. Mungkin semesta ingin Saya lebih dewasa. Mungkin ini bagian dari setback yang harus Saya alami. Yang akan menentukan bagaimana pertemanan kami kedepannya.
Sepertinya meributkan masalah prtemanan terdengar sedikit berlebihan. Bagi Saya menemukan teman yang cocok, yang nyaman, itu sulit. Walaupun kita punya banyak teman.
Langganan:
Postingan (Atom)







